← Semua 13 bab
The Art of War (孙子兵法) · Bab 10

地形

Dì Xíng
Medan

Medan membentuk taktik, tetapi kekalahan biasanya salah panglima, bukan takdir. Kenali medan dan kedua pasukan; sayangi prajuritmu seperti anak sendiri — dan lakukan yang benar entah ia memberimu pujian atau tidak.

Celah gunung menyempit menjadi lorong di antara dinding batu, satu jalan setapak menembusnya.
Celah gunung menyempit menjadi lorong di antara dinding batu, satu jalan setapak menembusnya. Gambaran seniman, dibuat untuk RECATOOLS. Katalog Kitab Han mencatat sembilan gulungan diagram di samping teks Sun Tzu; tak satu pun tersisa. Bagaimana tiga belas bab itu sampai kepada kita →

Inti bab ini

Bab ini meninjau enam jenis medan — mudah dicapai, menjerat, menangguh, jalan sempit, ketinggian curam, dan posisi jauh dari musuh — dan bagaimana masing-masing membentuk di mana dan apakah untuk berperang. Ia lalu membuat klaim mencolok tentang tanggung jawab: kekalahan sering bukan kerja Langit melainkan salah panglima. Enam cara pasukan bisa hancur — lari, membangkang, runtuh, jatuh, kacau, dan tumpas — timbul bukan dari bencana alam melainkan dari kesalahan pertimbangan panglima sendiri. Obatnya adalah pengetahuan: kenali medan, kenali musuh dan dirimu, dan tambahkan pengetahuan tentang Langit dan Bumi (waktu dan medan), maka kemenangan menjadi lengkap. Tentang kepemimpinan, salah satu nada terhangat risalah: pandang prajuritmu seperti anak kesayangan sendiri dan mereka akan setia denganmu sampai mati — tetapi kebaikan tanpa otoritas memanjakan mereka menjadi tak berguna. Panglima ideal maju tanpa mendambakan kemasyhuran dan mundur tanpa takut disalahkan, memikirkan hanya melindungi rakyatnya.

Baris utama

知彼知己,胜乃不殆;知天知地,胜乃不穷。
Jika kau kenal musuh dan dirimu, kemenanganmu tak diragukan; jika kau kenal Langit dan Bumi, kemenanganmu bisa menjadi sempurna.
视卒如爱子,故可与之俱死。
Pandang prajuritmu sebagai anak kesayangan, dan mereka akan setia denganmu sampai mati.
进不求名,退不避罪,唯民是保。
Panglima yang maju tanpa mendambakan kemasyhuran dan mundur tanpa takut aib, yang hanya berpikir melindungi rakyatnya, adalah permata negara.

Penerapan modern

Kepemimpinan

Hasil sebagian besarnya tanggung jawab pemimpin, bukan nasib buruk — kebanyakan kegagalan berakar pada kesalahan pertimbangan yang bisa dicegah, bukan takdir. Akui itu, dan kau bisa memperbaiki penyebabnya alih-alih menyalahkan cuaca.

Kepemimpinan

Sayangi orangmu seperti milik sendiri, berpadu dengan standar nyata — kehangatan tanpa otoritas menyuburkan tim yang tak bisa kau arahkan. Dan lakukan yang benar entah ia memberimu pujian atau berisiko disalahkan; integritas itulah yang membuat pemimpin dipercaya.

Strategi terkait

Advertisement
After content · AD-W1 Responsive