← Semua 13 bab
The Art of War (孙子兵法) · Bab 12

火攻

Huǒ Gōng
Serangan dengan Api

Bab teknis tentang serangan api yang ditutup dengan peringatan paling berat risalah ini: bertindak hanya atas keuntungan, jangan pernah atas kemarahan — suasana hati berlalu, tetapi negara yang hancur dan yang mati tak pernah kembali.

Aula yang terbakar tinggal tiang hangus, rumput tumbuh di sela-selanya, tak ada yang dibangun kembali.
Aula yang terbakar tinggal tiang hangus, rumput tumbuh di sela-selanya, tak ada yang dibangun kembali. Gambaran seniman, dibuat untuk RECATOOLS. Katalog Kitab Han mencatat sembilan gulungan diagram di samping teks Sun Tzu; tak satu pun tersisa. Bagaimana tiga belas bab itu sampai kepada kita →

Inti bab ini

Pada permukaan ini bab praktis tentang lima cara menyerang dengan api dan syarat penggunaannya — musim yang tepat, cuaca kering, dan angin yang mendukung — bersama cara menindaklanjuti serangan api dan tak pernah membiarkannya membakar tanpa mengeksploitasinya. Tetapi kepentingan abadi bab ini terletak pada paragraf penutupnya, yang bangkit jauh mengatasi taktik api ke inti moral seluruh risalah. Penguasa tak boleh sekali-kali menggerakkan pasukan semata-mata untuk memuaskan kemarahannya, dan panglima tak boleh berperang karena geram. Kemarahan bisa berubah kembali menjadi kegembiraan, dan geram menjadi puas — tetapi kerajaan yang sekali hancur takkan ada lagi, dan yang mati takkan dihidupkan kembali. Maka penguasa bijak berhati-hati dan panglima baik penuh kewaspadaan. Inilah pernyataan Sun Tzu yang paling jelas bahwa strategi harus dikendalikan oleh perhitungan kepentingan yang dingin, bukan oleh nafsu.

Baris utama

合于利而动,不合于利而止。
Bergerak hanya jika kau melihat keuntungan; jangan gerakkan pasukanmu kecuali ada yang bisa diperoleh.
主不可以怒而兴师,将不可以愠而致战。
Penguasa tak boleh mengerahkan pasukan semata-mata untuk melampiaskan geram; panglima tak boleh berperang semata-mata karena marah.
亡国不可以复存,死者不可以复生。
Kerajaan yang sekali hancur takkan ada kembali; yang mati juga takkan dihidupkan lagi.

Penerapan modern

Kepemimpinan

Jangan pernah membuat langkah besar yang tak bisa dibatalkan — gugatan, akuisisi, PHK massal, perseteruan publik — atas kemarahan atau harga diri yang terluka. Suasana itu berlalu dalam seminggu; sebagian keputusan takkan bisa ditarik. Tidurlah dulu atas apa pun yang tak bisa kau batalkan.

Sehari-hari

Bertindak atas keunggulan yang jelas dan keuntungan nyata, bukan atas panasnya keadaan. Perasaan adalah pemandu yang buruk untuk pilihan yang tak bisa dibatalkan — periksa kepentingan, bukan dorongan, sebelum kau berkomitmen.

Strategi terkait

Advertisement
After content · AD-W1 Responsive